0



Disini akan kita bahas tentang makna filosofi huruf jawa yang mengandung rahasia tentang gambaran kehidupan manusia secara hakiki dari fase kehinaan menuju kesempurnaan. 

Dan juga tentang satu sudut sejarah lahirnya huruf jawa itu sebagai wacana pembahasan dan pengetahuan.


Makna filosofi Huruf Jawa


Dari sekian pengartian tentang makna huruf jawa, sangat jarang yang mampu menjabarakan tentang arti yang lepas dari cerita rakyat tentang Aji Saka yang banyak beredar di masyarakat. 

Huruf Caraka ini tersusun seperti sebuah bait puisi, Dan Karena memang secara harfiyah huruf jawa ini memang mempunyai makna menggambarkan sebuah cerita.

Sejarah dan Filosufi Huruf Jawa
Sejarah dan Filosufi Huruf Jawa


Ho No Co Ro Ko : ada utusan

Do To So Wo Lo : saling menolak atau bertengkar.

Po Do Jo Yo NYo : sama saktinya.

Mo Go Bo Tho Ngo : sama-sama mati.



Namun disini Saya akan memberikan sebuah pengertian yang lebih dalam dari makna huruf jawa ini dan bukan hanya sekedar menggambarkan cerita tapi menggambarkan sebuah pelajaran mistis atau bersifat ruhani dan hakiki.

Mungkin ada sebuah pertanyaan, dari mana bisa diambil sebuah pengertian seperti itu?, Dan bagaimana bisa begitu?

JIka memang Huruf Jawa ini lahir dari sebuah peradapan Hindu ataupun Budha, tentu lahirnya huruf huruf ini secara filosofi juga dipengaruhi oleh ajaran agama tersebut. 

Dan kita tahu bahwa setiap ajaran agama pasti mengajarkan tentang ketuhanan atau tauhid dan ibadat serta muamalat. Apalagi agama samawi sudah tentu mengajarkan tentang kebaikan dan menuju kesempurnaan hidup.

Sedangkan makna huruf Jawa secara hakiki antara lain:

HO-NO-CO-RO-KO 


Manusia lahir dimuka bumi ini adalah dalam rangka mengemban amanat atau sebagai utusan atau kholifah dimuka bumi ini. 

Sedangkan manusia itu diciptakan oleh Tuhan terdiri dari dua unsur, yaitu Jasmani dan Rohani. penyatuan kedua unsur tersebut digambarkan dengan huruf Ho-No-Co-Ro-Ko, yaitu:

  • Ho berarti Howo/hawa.
  • No berarti Nafsu.
  • Co berarti cipto/cipta.
  • Ro berarti Roso/rasa.
  • Ko berarti Karso/karsa.

Sedangkan dalam menjalankan tugasnya sebagai kholifah dimuka bumi ini manusia yang telah dikaruniai beberapa unsur tadi maka ia akan menjadi lebih sempurna dari makhluk lainya. 

Akan tetapi manusia sering terpaku dan terlena dikarenakan unsur hawa nafsunya mendominasi unsur lainya, sehingga unsur cipta, rasa,dan karsanya lebih menuruti hawa dan nafsunya. 

Dalam kondisi inilah manusia terpuruk dan akan selalu berbuat kerusakan.

Sehingga  dalam menjalani hidupnya manusia sering tak pernah mengenal kesejatian dirinya, dalam arti ia lupa tugasnya sebagai kholifah atau utusan tuhan, yang tentu sesungguhnya ia harus tunduk dan patuh pada aturan-aturan tuhan.

Manusia menganggap bahwa seluruh karunia dalam dirinya adalah untuk memuaskan hasrat duniawinya, sehingga manusia berlomba-lomba untuk menggapai itu semua bahkan dengan jalan yang melanggar aturan tuhan.

Di sisi lain ada manusia yang dalam kondisi lemah, penuh kekurangan dan  saling mengeluh akan nasibnya. 

Mereka menganggap itu semua karena mereka tak mampu mengoptimalkan unsur-unsur yang ada, dan selalu bersusah payah mengejar ketertinggalan dari yang lain untuk masalah duniawi.

Sungguh mereka tak menyadari bahwa tugas manusia hidup adalah hanya huntuk menjaga karunia tuhan, mengabdi dan berserah diri. 

Sedangkan untuk urusan hidup dan kebutuhan adalah urusan tuhan.

Memang sangat sulit di fahami karena kebanyakan dari manusia beranggapan bahwa dia dapat rezeki karena dia berusaha (cipta Karsa), Dan mereka tidak menyadari sesungguhnya tak ada gerak dan daya upaya tanpa campur tangan tuhan.



DO-TO-SO-WO-LO 


Do tan sawolo, Yang berarti apabila sudah saatnya maka manusia takkan bisa mengelak.
Maksudnya saat disini adalah, Saat tuhan berkehendak sesuatu terhadap manusia maupun alam ini, tak satupun manusia bisa mengelak. 

Saat Tuhan berkehendak terhadap alam ini seperti terjadinya bencana, atau fenomena alam lainya, manusia takkan bisa menghentikanya.

Sedangkan saat tuhan berkehendak pada diri manusi, seperti misalnya Tuhan berkehendak manusia dalam duka atau mati, tak satupun manusia bisa menghindarinya. 

Atau tuhan berkehendak sehat bagi yang sakit maka apapun akan bisa menjadi sebab untuk sembuhnya.

Atau tuhan menghendaki seseorang menjadi makmur atau dalam kejayaan dan kekayaan, maka apapun bisa menjadi sebab sehingga ia selalu dalam keberuntungan.

Atau saat tuhan berkehendak menyulitkan dan menyempitkan kehidupan seseorang maka sekuat apaun dia berusaha maka seperti dia selalu dalam apes dan tak pernah berhasil.

Dari uraian diatas bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa semua yang terjadi di diri kita adalah kehendak tuhan. 

Dan  sesungguhnya walaupun beragamnya ujian yang mendera kehidupan seseorang namun secara hakiki sesungguhnya tidak pernah terjadi apa-apa. 
Di ibaratkan sebuah wayang yang sedang dalam lakon yang dimainkan oleh sang dalang, yang pada akhirnya nanti akan dimasukkan kembali dalam kotak penyimpanan.

Karena disaat tuhan berkendak apapun pada diri kita maka sesungguhnya itu semua adalah hanya sebuah ujian bagi kita dalam rangka mengemban amanat sebagai kholifah di muka bumi ini. karena dibalik kesusahan pasti ada kemudahan.

Manusia yang mampu membawa unsur HO-NO-CO-RO-KO yang ada dalam dirinya sesuai kehendak tuhan, maka dia akan bisa dengan mudah menghayati dan menerapkan makna DO-TO-SO-WO-LO dalam hidupnya, sehingga dia akan menjadi pribadi yang tenang, ayem, tentrem, bahagia bebas dan merdeka.



PO-DO-JO-YO-NYO


Sama Jaya-nya atau sama menangnya, artinya disaat manusia telah mampu mendidik dirinya sehingga mampu mengenali dirinya yang terdiri dari unsur Hawa, nafsu, cipto, roso, karso ini Yang ahirnya dia bisa mencapai keadaan hati yang lebih tenang karena dia mengerti semua adalah kehendak tuhan, atau do-to-so-wo-lo.

maka sesungguhnya pada hakikinya dia akan memperoleh sebuah kemenangan. Namun menang bukan sekedar menang-menangan. 

Artinya dia mungkin menurut para pemuja dunia seakan dia telah kalah karna tidak dalam kekayaan harta yang berlimpah, disebabkan jalan yang ia lalui adalah jalan yang damai aman bekerja jauh dari menipu, menindas dan jalan haram lainya. 

Namun  sesungguhnya dia telah merasakan lain dari yang orang lain tak mampu merasakanya yaitu rasa sebuah kebahagiaan. 

Karena kebahagiaan bagi dia adalah dalam arti yang sangat dalam yaitu sebuah pengabdian pada tuhan bukan pada yang lainya.



MO-GO-BO-TO-NGO


Artinya manusia yang telah mampu mengenal dirinya dia akan mengenal siapa tuhanya. Dia akan mengabdikan dirinya hanya pada tuhan bukan pada hawa nafsu, jabatan, kekayaan atau kenikmatan duniawi.

Maka segala aktifitas dunianya tak lebih dari sekedar penghambaan kepada tuhan, dalam arti dia mematikan rasa keinginan duniawinya dan hanya hidup untuk tuhan. Atau disebut Mati sak jeroning aurip, lebur sak jeroning lali.

Dia hanya berharap hanya dari pertolongan tuhan bukan mengandalkan akal dan nafsiahnya atau bahasa jawanya mbathang (berserah diri). 

Mbatang disini berarti lalu tidak berbuat apa-apa sama sekali, jasad yang telah diberikan kesempurnaan ia syukuri dengan menggunakanya dalam jalan yang di kehendaki tuhan dan untuk mencari fadhilahnya tuhan, bukan untuk menuruti hawa nafsunya. 

Sumarah garising kodrat, Nadyan kalilan amiradati, total berserah diri kepada taqdir Alloh, walau sudah diikhlaskan tentang hidupnya namun berkewajiban meng ihtiyari.

Atau dia hanya sekedar meng ihtiyari sesuatu yang telah dijatahkan Alloh, tanpa dia mencari-cari perkara sehingga menyulitkan. 

Manusia yang seperti ini biasanya batinnya sarat akan petunjuk Tuhan, seperti dia telah tahu apa yang harus ia jalankan. Yaitu karena kejernihan hatinya dalam menangkap sinyal yang diberikan Alloh.



Sejarah lahirnya aksara jawa.

 Dari sekian banyak artikel yang membahas tentang sejarah huruf jawa, banyak dari mereka telah menyebutkan tentang sejarah lahirnya huruf jawa Ho-No-Co-Ro-Ko atau dikenal sebagai Carakan, adapun makna yang mereka sebutkan adalah tidak lepas dari sepenggal kisah awal mula lahirnya huruf atau aksara jawa itu, yaitu kisah tentang seorang ksatria yang bernama Aji Saka. 

Dan ada yang menyebutkan abad terjadinya kisah tersebut sekitar abad ke-4 M, namun ada pula yang menyebutkan berbeda, mungkin karena perbedaan penelitian sejarah dan asumsi tentang lahirnya huruf jawa ini. Mari kita ulas sedikit tentang sejarah lahirnya huruf jawa ini.






Periode Hindu Budha


Ada yang menyebutkan bahwa aksara jawa itu adalah aksara Abugida yaitu turunan dari aksara Brahmi, atau disebutkan berasal dari daerah Hindia selatan, dan salah satu huruf yang berasal dari daerah itu adalah huruf Pallawa. Yaitu berasal dari sebuah kerajaan yang bernama Pallawa sekitar abad ke-4M.

Dan para ahli sejarah mengatakan bahwa huruf Pallawa ini adalah induk dari semua huruf yang ada di Nusantara. Namun dari bentuknya huruf pallawa ini adalah berbentuk persegi empat (Box head atau square head- mark), yang sangat mirip dengan huruf ho-no-co-ro-ko atau huruf Carakan.


Dan dari huruf pallawa kemungkinan berkembang menurut perkembangan kesusastraan dari waktu ke waktu dan di pengaruhi oleh faktor kekuasaan, agama, sosial, politik dan budayanya.


Bukti sejarah yang menggunakan huruf Pallawa yaitu Prasasti Yupa yang ditemukan di daerah Kutai, Kalimantan timur. Dan juga prasasti Taruma peninggalan kerajaan Taruma Negara 450M, dan banyak lagi prasasti-prasasti lain yang menggunakan huruf Pallawa ini.


Seiring berjalanya waktu huruf pallawa ini berkembang dengan ditemukanya bukti sejarah yang menggunakan huruf Kawi Wiwitan yang banyak menuliskan tentang prasasti atau dokumen berbahasa Sangsekerta, seperti misalnya Prasasti Plumpang di daerah Salatiga Jawa tengah ditulis sekitar tahun 750M.


Kemudian ditemukan Prasasti dari era berikutnya yaitu dengan bahasa yang berbeda yaitu bahasa Jawa kawi dan dengan huruf Kawi Pungkasan yang sebenarnya tak jauh beda dengan Kawi Wiwitan, seperti Prasasti Singasari yang ditulis sekitar tahun 1351M.


Sebenarnya di masa ini pengaruh kesusastraan Islam sudah mulai kental mempengaruhi gaya penulisan huruf jawi pungkasan terutama mulai era kekuasaan kediri yaitu kisaran tahun 1100-1200 M dan jaman kekuasaan Majapahit yaitu sekitar tahun 1250-1450 M. Yaitu dengan gaya penulisan semi kali grafis, seperti yang tertulis di tulisan-tulisan lontar peninggalan masa itu.


Karena sebenarnya sejak abad ke-7 M agama islam itu sudah masuk di wilayah Nusantara ini, Ulama yang terkenal telah memasuki wilayah ini adalah Syaih Muhamad Al Uraidi dan Syaih Muhamad Annaaqib, yang masuk di daerah Pasai dan daerah Maluku, dibuktikan kedua daerah tersebut dinamai dengan Malaka dan Maluku yang berasal dari kata AlMulk (kepulauan Raja-raja), namun berdirinya kerajaan Islam pertama baru setelah abad ke-14M yaitu kerajaan Samudra Pasai. 

Yang secara tidak langsung sebenarnya telah mempengaruhi perkembangan sastra dan budaya di Nusantara ini,termasuk cara komunikasi dan dialog penulisan dengan menggunakan huruf jawa ini.


Periode Islam Dan Kolonial Belanda

Pada periode ini Huruf jawa sebenarnya sudah mengalami perubahan yang sangat drastis tanpa ada bukti sejarah yang menunjukkan masa perubahannya. 

Tak ada prasasti ditemukan yang menggunakan huruf jawa yang seperti sekarang ini. dan di jaman ahir dari majapahit dan masuk zaman Mataram hingga zaman kolonial Belanda sampai sekarang huruf jawa tiba-tiba sudah dalam bentuk seperti yang sekarang ini, yaitu huruf honocoroko yang modern. 

Seperti naskah naskah peninggalan zaman itu yang sudah dalam huruf honocoroko modern dan tidak dalam bentuk lontar semua namun banyak yang sudah tertulis dengan kertas.
Beberapa peninggalan di periode ini sebagai contoh Seperti serat suluk wijil dan Serat Aji Saka.



huruf jawa


Dalam periode ini banyak di temukan huruf Rekan bahasa Arab,yang digunakan seiring penyebaran islam di jawa, hingga perkembangan huruf jawa itu menjadi huruf jawa yang modern.


Inilah sedikit pembahasan tentang sejarah dan makna filosofi aksara jawa, kurang lebihnya kami mohon maaf,serta bila ada kebaikan itu semata dari Alloh dan bila ada kurangnya itu karna lemah dan kurang nya ilmu kami, dan kritik maupun saran selalu kami harapkan dari para pembaca yang budiman.


wassalam..

Post a Comment Blogger

 
Top